Sunday, 18 October 2015

The Camp : The First Journey Eps. 2

The Camp : The First Journey

Oleh : Komang Wikananda

Hari Kedua

2. Penelitian Pertama

Keesokan harinya, sekitar pukul tujuh kurang lima belas aku sudah menunggu di depan gerbang rumahku. Kami janji pukul tujuh. Aku sudah mengingatkan Yudis dan Rizky dan mereka menjawab iya. Yudis yang paling pertama datang dengan mobil oranyenya dengan ibunya. Setelah itu Rizky datang dengan kakeknya mengendarai sepeda motor. Setelah berkumpul, kami berangkat ke sungai itu. Sungainya tidak terlalu besar. Lebarnya hanya lima belas meter. Meskipun kecil tapi sungai itu indah, airnya jernih dan tidak terlalu dalam. Bebatuannya sangat indah dan sinar matahari pagi menyinari sungai itu sehingga seolah-olah sungai itu bercahaya kelap-kelip bagai kristal. Tumbuhan hijau mengelilingi sungai itu sehingga udara di sana sangat sejuk. Anjingku, Yoko dan Boncel ikut dengan kami. Mereka berlari-lari kesana kemari. Tampaknya mereka gembira kuajak jalan-jalan. Hanya saja mereka takut pada air.


Sesampai di sana, kami mengamati kedalaman sungai, keadaan air, keadaan ikan yang di sana. Pertama, kedalaman sungai, kami mengambil penggaris kami yang sepanjang satu meter. Dalamnya ternyata lebih dari satu meter. Kami tambahkan lagi penggaris di atasnya sehingga kami dapatkan kedalaman 121 cm. Yudis mencatatnya, tapi ketika kami mulai memeriksa kedalaman bagian lainnya, kami mulai berdebat. Hal ini tidak ada hubungannya dengan ekosistem. Rizky mengingatkan kami sehingga kami tersadar. Hal ini memang tidak ada hubungannya dengan ekosistem. Segera Yudis menghapus catatan tadi sebelum kami sempat mencegahnya. Bodoh! Mungkin saja itu akan berguna nanti, pikirku.

Kini kami akhirnya memulainya dengan meneliti makhluk hidup yang ada di sana. Ternyata susah juga mencarinya karena itu sungai kecil, tidak ada banyak ikan. Akhirnya dari kejauhan, aku menemukan ikan berwarna hitam tetapi sangat kecil dan memberitahukannya pada kedua temanku. Begitu kecilnya hingga tersamar oleh bebatuan dibawahnya. Tetapi yang menyulitkan lagi, baru saja kami melangkah mendekat, ikan itu langsung berhamburan entah kemana dan hilang sehingga akhirnya kami kesulitan lagi mencari ikan. Waktu terus berlalu hingga tak terasa sudah pukul dua belas siang! Cepat sekali, sepertinya kami terlalu banyak istirahat. Segera kami kembali mencari ikan dengan seksama tetapi, selalu berhamburan. Ikan itu cepat sekali berenangnya meskipun kecil. Yudis mendesah, ia hampir putus asa. Jika begini waktu akan terus berlalu. Tetapi Rizky dengan hebat akhirnya menggagas kembali idenya.

“Tenang saja. Kita sudah dapat laporan untuk ikan di sungai.”

Kami terpana mendengarnya. Apa yang membuatnya berpikir begitu? Meneliti ikan saja belum dapat. Bagaimana dia sudah menyimpulkan laporan?

“Begini. Awalnya kita tadi lihat, ikan itu berkelompok tenang. Berarti ikan itu tinggal dengan damai di sungai ini karena tadi dari jauh mereka berkelompok dan berenang tenang. Lalu begitu kita dekati ia langsung berlari ke sana kemari mencari perlindungan dan kita lihat, ia berenang dengan sangat lincah dan cepat. Berarti, keadaan ikan di sini sangat sehat karena ia dapat berenang cepat. Sungai ini juga jarang didatangi orang karena ikan itu sangat waspada dengan kita. Jika sering didatangi manusia, jarak sejauh itu dia tidak akan lari. Bagaimana?”

Kami termenung sejenak mengerutkan dahi untuk berpikir. Akhirnya aku tersenyum dan menepuk punggungnya. Demikian juga Yudis. Tampaknya dia juga setuju.

“Kau jenius Rizky! Kau benar-benar anak biologi yang hebat! Tidak sia-sia kau ikut esktrakurikuler biologi. Haha… baiklah kita pakai laporanmu. Kau sekarang catat laporannya. Aku dan Yudis akan mencari hewan lain yang mungkin kami temukan.” Kataku.

Rizky tersenyum senang mendengar pujian itu. Ia membungkuk dan duduk di atas batu, mengambil buku catatan dan mencatat semua idenya. Sedangkan aku dan Yudis menuju utara sungai mencari hewan lain. Tapi sangat susah menemkannya lagi. Akhirnya, kami berhasil menemukan serangga air. Mereka mengambang di permukaan air. Namun, ketika kami mendekat, meskipun tidak dekat-dekat amat, ia melompat di atas permukaan air menjauh. Kami bingung, apa nama serangga itu? Mungkinkah ia Water Scorpion? Karena ragu kami menulisnya di laporan kami, “serangga air”. Saat kembali, Yudis kurang berhati-hati dan ia tercebur ke sungai. Aku tertawa dan menolongnya naik. Celananya basah dan mengenai sedikit ke bajunya. Ternyata bagian ini cukup dangkal. Hahaha… wajar saja aku baru tahu karena aku belum pernah jauh ke utara sungai ini. Setelah kembali ke tempat Rizky, kami memberitahunya tentang serangga itu. Rizky mengerti dan aku mencatat tentang serangga itu. Namun, jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, Rizky dan Yudis sudah saatnya untuk pulang.

Aku berpikir, meneliti sungai dalam satu hari saja tidak cukup, bagaimana meneliti hutan yang luas meskipun tidak sebesar hutan lainnya. Belum lagi sawah, dan laut. Tampaknya Yudis dan Rizky merasakan hal yang sama. Rizky kembali dengan ide-idenya mengatakan agar kita berkemah saja. Berkemah sambil meneliti? Wah, kedengarannya seru!

“Tapi kita tidak punya tenda…” Kata Yudis.

“Tenang saja! Aku punya dua tenda. Besar. Tapi kita cukup bawa satu saja karena sebenarnya satu tenda cukup empat orang dewasa. Itu pun termasuk barang-barang yang ditaruh di dalamnya.” Kata Rizky.

“Hebat Rizky! Dari mana kau mendapatkan tenda?” Tanyaku.

“Ingat, bapakku pernah berpetualang mendaki gunung, berkemah. Karena itu aku punya.” Jawab Rizky.

“Hebat! Berkemah sambil meneliti pasti seru! Apa kita mulai berkemah sekarang saja?” Tanya Yudis.

“Mungkin sebaiknya besok saja. Kita belum mengatakan pada ibu kita dan mereka pasti belum menyiapkan bekal. Lagipula, kasihan ibu dan kakekmu akan bolak-balik mengantar.” Kataku.

Kami semua sepakat. Kami akan berkumpul di depan rumahku pukul tujuh. Ternyata, tugas ini juga membawa sesuatu yang seru dalam liburan. Semua sudah pulang ke rumah masing-masing ketika aku mengatakan hal itu kepada ibuku. Ibuku tersenyum, ia mengijinkanku. Wah, ini benar-benar mengasyikan! (Bersambung)



- Revan

4 comments:

  1. Ceritanya keren :v tapi lho kurang menantang, isiin ular gitu atau apa .-. πŸ˜‚ :v

    ReplyDelete
  2. Seru kemah,,, panjangin dikit mang :v terus tambahin comedyπŸ‘ŒπŸ»πŸ‘

    ReplyDelete
  3. Isiin yg hal yg menantang Wik. Biar seru. Isiin juga horror'a.

    ReplyDelete

Silahkan yang ingin berkomentar. Tetapi mohon menggunakan bahasa yang sopan dan santun agar tidak menyinggung perasaan.