The Camp : The First Journey
Oleh : Komang Wikananda
Oleh : Komang Wikananda
Hari Kedua
2. Penelitian Pertama
Keesokan harinya,
sekitar pukul tujuh kurang lima belas aku sudah menunggu di depan gerbang
rumahku. Kami janji pukul tujuh. Aku sudah mengingatkan Yudis dan Rizky dan
mereka menjawab iya. Yudis yang paling pertama datang dengan mobil oranyenya
dengan ibunya. Setelah itu Rizky datang dengan kakeknya mengendarai sepeda
motor. Setelah berkumpul, kami berangkat ke sungai itu. Sungainya tidak terlalu
besar. Lebarnya hanya lima belas meter. Meskipun kecil tapi sungai itu indah,
airnya jernih dan tidak terlalu dalam. Bebatuannya sangat indah dan sinar
matahari pagi menyinari sungai itu sehingga seolah-olah sungai itu bercahaya
kelap-kelip bagai kristal. Tumbuhan hijau mengelilingi sungai itu sehingga
udara di sana sangat sejuk. Anjingku, Yoko dan Boncel ikut dengan kami. Mereka
berlari-lari kesana kemari. Tampaknya mereka gembira kuajak jalan-jalan. Hanya
saja mereka takut pada air.
Sesampai di sana,
kami mengamati kedalaman sungai, keadaan air, keadaan ikan yang di sana.
Pertama, kedalaman sungai, kami mengambil penggaris kami yang sepanjang satu
meter. Dalamnya ternyata lebih dari satu meter. Kami tambahkan lagi penggaris
di atasnya sehingga kami dapatkan kedalaman 121 cm. Yudis mencatatnya, tapi
ketika kami mulai memeriksa kedalaman bagian lainnya, kami mulai berdebat. Hal
ini tidak ada hubungannya dengan ekosistem. Rizky mengingatkan kami sehingga
kami tersadar. Hal ini memang tidak ada hubungannya dengan ekosistem. Segera
Yudis menghapus catatan tadi sebelum kami sempat mencegahnya. Bodoh! Mungkin
saja itu akan berguna nanti, pikirku.
Kini kami
akhirnya memulainya dengan meneliti makhluk hidup yang ada di sana. Ternyata
susah juga mencarinya karena itu sungai kecil, tidak ada banyak ikan. Akhirnya dari
kejauhan, aku menemukan ikan berwarna hitam tetapi sangat kecil dan
memberitahukannya pada kedua temanku. Begitu kecilnya hingga tersamar oleh
bebatuan dibawahnya. Tetapi yang menyulitkan lagi, baru saja kami melangkah
mendekat, ikan itu langsung berhamburan entah kemana dan hilang sehingga
akhirnya kami kesulitan lagi mencari ikan. Waktu terus berlalu hingga tak
terasa sudah pukul dua belas siang! Cepat sekali, sepertinya kami terlalu
banyak istirahat. Segera kami kembali mencari ikan dengan seksama tetapi,
selalu berhamburan. Ikan itu cepat sekali berenangnya meskipun kecil. Yudis
mendesah, ia hampir putus asa. Jika begini waktu akan terus berlalu. Tetapi
Rizky dengan hebat akhirnya menggagas kembali idenya.
“Tenang saja.
Kita sudah dapat laporan untuk ikan di sungai.”
Kami terpana
mendengarnya. Apa yang membuatnya berpikir begitu? Meneliti ikan saja belum
dapat. Bagaimana dia sudah menyimpulkan laporan?
“Begini. Awalnya
kita tadi lihat, ikan itu berkelompok tenang. Berarti ikan itu tinggal dengan
damai di sungai ini karena tadi dari jauh mereka berkelompok dan berenang
tenang. Lalu begitu kita dekati ia langsung berlari ke sana kemari mencari
perlindungan dan kita lihat, ia berenang dengan sangat lincah dan cepat.
Berarti, keadaan ikan di sini sangat sehat karena ia dapat berenang cepat. Sungai
ini juga jarang didatangi orang karena ikan itu sangat waspada dengan kita.
Jika sering didatangi manusia, jarak sejauh itu dia tidak akan lari. Bagaimana?”
Kami termenung
sejenak mengerutkan dahi untuk berpikir. Akhirnya aku tersenyum dan menepuk
punggungnya. Demikian juga Yudis. Tampaknya dia juga setuju.
“Kau jenius
Rizky! Kau benar-benar anak biologi yang hebat! Tidak sia-sia kau ikut
esktrakurikuler biologi. Haha… baiklah kita pakai laporanmu. Kau sekarang catat
laporannya. Aku dan Yudis akan mencari hewan lain yang mungkin kami temukan.”
Kataku.
Rizky tersenyum
senang mendengar pujian itu. Ia membungkuk dan duduk di atas batu, mengambil
buku catatan dan mencatat semua idenya. Sedangkan aku dan Yudis menuju utara
sungai mencari hewan lain. Tapi sangat susah menemkannya lagi. Akhirnya, kami
berhasil menemukan serangga air. Mereka mengambang di permukaan air. Namun,
ketika kami mendekat, meskipun tidak dekat-dekat amat, ia melompat di atas
permukaan air menjauh. Kami bingung, apa nama serangga itu? Mungkinkah ia Water Scorpion? Karena ragu kami
menulisnya di laporan kami, “serangga air”. Saat kembali, Yudis kurang
berhati-hati dan ia tercebur ke sungai. Aku tertawa dan menolongnya naik.
Celananya basah dan mengenai sedikit ke bajunya. Ternyata bagian ini cukup
dangkal. Hahaha… wajar saja aku baru tahu karena aku belum pernah jauh ke utara
sungai ini. Setelah kembali ke tempat Rizky, kami memberitahunya tentang
serangga itu. Rizky mengerti dan aku mencatat tentang serangga itu. Namun, jam
sudah menunjukkan pukul 1 siang, Rizky dan Yudis sudah saatnya untuk pulang.
Aku berpikir,
meneliti sungai dalam satu hari saja tidak cukup, bagaimana meneliti hutan yang
luas meskipun tidak sebesar hutan lainnya. Belum lagi sawah, dan laut.
Tampaknya Yudis dan Rizky merasakan hal yang sama. Rizky kembali dengan
ide-idenya mengatakan agar kita berkemah saja. Berkemah sambil meneliti? Wah,
kedengarannya seru!
“Tapi kita tidak
punya tenda…” Kata Yudis.
“Tenang saja! Aku
punya dua tenda. Besar. Tapi kita cukup bawa satu saja karena sebenarnya satu
tenda cukup empat orang dewasa. Itu pun termasuk barang-barang yang ditaruh di
dalamnya.” Kata Rizky.
“Hebat Rizky!
Dari mana kau mendapatkan tenda?” Tanyaku.
“Ingat, bapakku
pernah berpetualang mendaki gunung, berkemah. Karena itu aku punya.” Jawab
Rizky.
“Hebat! Berkemah
sambil meneliti pasti seru! Apa kita mulai berkemah sekarang saja?” Tanya
Yudis.
“Mungkin sebaiknya
besok saja. Kita belum mengatakan pada ibu kita dan mereka pasti belum
menyiapkan bekal. Lagipula, kasihan ibu dan kakekmu akan bolak-balik
mengantar.” Kataku.
Kami semua
sepakat. Kami akan berkumpul di depan rumahku pukul tujuh. Ternyata, tugas ini
juga membawa sesuatu yang seru dalam liburan. Semua sudah pulang ke rumah
masing-masing ketika aku mengatakan hal itu kepada ibuku. Ibuku tersenyum, ia
mengijinkanku. Wah, ini benar-benar mengasyikan! (Bersambung)
- Revan
- Revan







Ceritanya keren :v tapi lho kurang menantang, isiin ular gitu atau apa .-. π :v
ReplyDeleteNanti lihat di kelanjutannya ya.
DeleteSeru kemah,,, panjangin dikit mang :v terus tambahin comedyππ»π
ReplyDeleteIsiin yg hal yg menantang Wik. Biar seru. Isiin juga horror'a.
ReplyDelete